Iman Kepada Hari Akhir : Fitnah Kubur, Siksa Dan Nikmat Kubur

IMAN KEPADA HARI AKHIR

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bagian Kedua Dari Tiga Tulisan 2/3

Iman kepada hari Akhir adalah termasuk mengimani peristiwa-peristiwa yang akan
terjadi sesudah kematian, misalnya :

[a]. Fitnah Kubur
Yaitu pertanyaan yang diajukan kepada mayat ketika sudah dikubur tentang
Rabbnya, agamanya dan nabinya. Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman
dengan kata-kata yang mantap. Ia akan menjawab pertanyaan itu dengan tegas dan
penuh keyakinan, “Allah Rabbku, Islam agamaku, dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi
wa sallam nabiku”. Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan kafir. Mereka
akan menjawab pertanyaan dengan terbengong-bengong karena pertanyaan itu terasa
asing baginya. Mereka akan menjawab, “Hah….hah… tidak tahu”. Sedangkan
orang-orang munafik akan menjawab dengan kebingungan, “Aku tidak tahu. Dulu aku
pernah mendengar orang-orang mengatakan sesuatu lalu aku mengatakannya”.

[b]. Siksa Dan Nikmat Kubur
Siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang zhalim, yakni orang-orang munafik
dan orang-orang kafir, seperti dalam firmanNya.

“Artinya : Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat
memukul dengan tangannya, (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini
kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu
mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu
menyombongkan diri terhadp ayat-ayatNya” [Al-An’am : 93]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang keluarga Fir’aun.

“Artinya : Kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi hari dan petang, dan pada
hari terjadinya Kiamat, (Dikatakan kepada malaikat), Masukkanlah Fir’aun dan
kaumnya ke dalam azab yang sangat keras” [Al-Mu’min : 46]

Dalam Shahih Muslim Zaid bin Tsabit meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :

“Kalau tidak karena kalian saling mengubur (orang yang mati) pasti aku memohon
kepada Allah agar memperdengarkan siksa kubur kepada kalian yang saya
mendengarnya”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapkan
wajahnya seraya berkata : “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa
Neraka”. Para sahabat berkata, “Kami memohon perlindungan kepada Allah dan
siksa Neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata lagi,
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur”. Para sahabat berkata,
“Kami memohon perlindungan Allah dari siksa kubur. Lalu beliau berkata lagi.
“Mohonlah perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah baik yang tampak
maupun yang tidak tampak”. Para sahabat lalu berkata, “Kami memohon
perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah baik yang tampak maupun yang
tidak tampak”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lagi. “Mohonlah
perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal”. Para sahabat berkata, “Kami
mohon perlindungan kepada Allah
dari fitnah Dajjal”. [Hadits Riwayat Muslim]

Adapun nikmat kubur diperuntukkan bagi orang-orang mukmin yang jujur. Hal ini
dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Allah,
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada
mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu
merasa sedih ; dan gembirakanlah mereka dengan (memperoleh) Surga yang telah
dijanjikan Allah kepadamu” [Fushilat : 30]

“Artinya : Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketka
itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak
melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? Kamu tidak
mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang
benar ?, Adapun jika dia (orang-orang mati) termasuk orang-orang yang
didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta
Surga kenikmatan” [Al-Waaqi’ah : 83-89]

Dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu dikatakan bahwa Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda tentang orang mukmin jika dapat menjawab pertanyaan
dua malaikat di dalam kuburnya. Sabdanya, “Ada suara dari langit, “Hamba-Ku
memang benar. Oleh karenanya, berilah dia alas dari Surga” Lalu datanglah
kenikmatan dan keharuman dan Surga, dan kuburnya dilapangkan sejauh pandangan
mata….” [Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud, dalam hadits yang panjang]

Buah Iman Kepada Hari Akhir
[1]. Mencintai ketaatan dengan mengharap balasan pahala pada hari itu.
[2]. Membenci perbuatan maksiat dengan rasa takut akan siksa pada hari itu
[3]. Menghibur orang mukmin tentang apa yang didapatkan di dunia dengan
mengharap kenikmatan serta pahala di akhirat.

Orang-orang kafir mengingkari adanya kebangkitan setelah mati dengan menyangka
bahwa hari Akhir dengan segala peristiwa-peristiwanya adalah suatu hal yang
mustahil. Persangkaan mereka jelas sangat keliru dan kesalahannya itu dapat
dibuktikan dengan syara’, indera dan akal.

[1]. Bukti Syara’

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak
akan dibangkitkan. Katakanlah : “Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu
akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu
kerjakan” Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah” [At-Taghaabun : 7]

Semua kitab-kitab suci samawi telah sepakat tentang adanya hari kebangkitan.

[2]. Bukti Inderawi

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperlihatkan bagaimana Dia menghidupkan
orang-orang yang sudah mati du dunia ini. Dalam surat Al-Baqarah terdapat lima
contoh mengenai hal ini.

[a]. Ketika kaum Musa berkata kepada nabinya Musa ‘Alaihis salam bahwa mereka
tidak akan percaya dengan risalah yang dibawa Musa ‘Alaihis salam, sampai
mereka melihat Allah dengan mata kepada mereka sendiri. Oleh karena itulah
Allah berfirman (yang ditujukan kepada bani Israil).

“Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata : ‘Hai Musa, kami tidak akan
beriman kepadamua sebelum kami melihat Allah dengan terang’, karena itu kamu
disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Setelah itu Kami bangkitkan
kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur” [Al-Baqarah 55-56]

[b]. Cerita orang yang terbunuh yang pembunuhnya dipersengketakan bani Israil.
Allah Subhanahu wa Ta’a lalu memerintahkan mereka untuk menyembelih sapi,
kemudian daging sapi itu dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh itu agar dapat
menceritakan siapa sebenarnya yang telah membunuhnya. Hal ini diungkapkan dalam
firmanNya.

“Artinya : Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu
saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang
selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman : ‘Pukullah mayat itu dengan
sebahagian anggota sapi betina itu !’. Demikianlah Allah menghidupkan kembali
orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda
kekuasaanNya agar kamu mengerti” [Al-Baqarah : 72-73]

[c]. Kisah kaum yang keluar dari negerinya karena menghindari kematian. Mereka
berjumlah ribuan orang Allah mematikan mereka, lalu menghidupkan kembali. Ini
digambarkan dalam firmanNya.

“Artinya : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampong
halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati, maka
Allah berfirman kepada mereka: ‘Matilah kamu, kemungkinan Allah menghidupkan
mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi
kebanyakan manusia tidak bersyukur” [Al-Baqarah : 243]

[d]. Kisah orang yang melewati sebuah desa yang hancur. Dia sangsi, bagaimana
Allah mematikannya selama seratus tahun, dan kemudian Allah menghidupkannya
kembali. Ini dikisahkan dalam firmanNya.

“Artinya : Atau apakah (kamu memperhatikan) orang yang melewati suatu negeri
yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, ‘Bagaimana Allah
menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur ?’ Maka Allah mematikan orang
itu seratus tahun, kemudian menghidukannya kembali. Allah bertanya, ‘Berapa
lama kamu tinggal di sini ?’ Ia menjawab, ‘Saya tinggal di sini sehari atau
setengah hari’, Allah berfirman. ‘Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus
tahun lamanya. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah, dan
lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang). Kami akan menjadikan
kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Lihatlah tulang belulang keledai itu,
kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging’,
Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah
mati) dia pun berkata, ‘Saya yakin Allah Mahakuasa atas segala sesuatu”
[Al-Baqarah : 259]

[e]. Kisah Nabiyullah Ibrahim Al-Khalil ketika bertanya kepada Allah bagaimana
Dia menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Allah memerintahkannya
untuk menyembelih empat ekor burung dan memisah-misahkan bagian-bagian tubuh
burung itu di atas gunung-gunung yang ada di sekelilingnya. Ibrahim memanggil
burung itu, lalu tak lama tampaklah olehnya bagian-bagian tubuh burung itu
menyatu dan segera mendatangi Nabi Ibrahim kembali. Ini dikisahkan Allah dalam
Al-Qur’anul Karim.

“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Ibrahim bekata : ‘Ya Tuhanku, perlihatkanlah
kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati’, ‘Allah berfirman :
‘Apakah kamu belum percaya ? ‘Ibrahim menjawab : ‘Saya telah percaya, akan
tetapi agar bertambah tetap hati saya’, Allah berfirman. ‘(Kalau demikian),
ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu, lalu letakkan di
atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu. Sesudah itu
panggillah mereka, niscaya mereka akan datang kepada kamu dengan segera’, Dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” [Al-Baqarah : 260]

Inilah contoh-contoh bukti inderawi yang menunjukkan mungkinnya Allah
menghidupkan orang-orang yang sudah mati. Telah diisyaratkan di atas, Allah
menjadikan tanda-tanda Isa bin Maryam yang menghidupkan orang-orang yang sudah
mati serta mengeluarkannya dari kubur dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala

[Ditulis ulang dari Syarhu Ushulil Iman, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Edisi
Indonesia: Prinsip-Prinsip Dasar Keimanan. Penerjemah: Ali Makhtum Assalamy.
Penerbit: KSA Foreigners Guidance Center In Gassim Zone]

———————————
Yahoo! for Good
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.

[Non-text portions of this message have been removed]

———————— Yahoo! Groups Sponsor ——————–~–>
Help save the life of a child. Support St. Jude Children’s Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/kHgT2A/lbOLAA/a8ILAA/wDNolB/TM
——————————————————————–~->

Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/keluarga-sejahtera/

To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: